top of page
Search
Writer's pictureWelly Eluama

TEKS DEBAT

A. Pengertian Debat



Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian debat adalah pertukaran dan pembahasan pendapat terkait suatu hal dengan saling menyampaikan argumentasi atau alasan dengan tujuan mempertahankan pendapat bahkan memenangkan pendapat.

Secara umum, debat dapat dipahami sebagai strategi dalam adu pendapat atau argumen dengan tujuan pendapat yang kita bisa mematahkan pendapat lawan, begitupun sebaliknya, pendapat kita tidak dipatahkan oleh lawan.

Pada intinya, debat bertujuan untuk mempertahankan pendapat dan alasan seseorang agar diikuti oleh lawan debat, pengikut, dan orang lain.


B. Fungsi Debat

Debat memiliki beberapa fungsi yang akan sangat bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari, debat yang perlu di garis bawahi. Berikut adalah poinnya.

1. Menumbuhkan keterampilan berbicara dalam menyampaikan pendapat dengan baik terhadap konflik yang pro maupun yang kontra.

2. Membangun daya analitis, terkait dengan keahlian untuk menyimak dan memahami lawan debat.

3. Menumbuhkan kemampuan dalam menyampaikan argumentasi secara logis dengan bahasa dan gestur sikap yang santun.

4. Merangsang keterampilan dalam berpikir kritis

5. Merangsang penelitian terkait isu-isu atau topik kontroversial

6. Memahami dan mencari tahu sisi positif dan negatif terhadap isu tertentu

7. Belajar berpikir analitis dan sistematis

8. Belajar mengungkapkan hasil pemikiran pada orang lain

9. Meningkatkan rasa percaya diri

10. Meningkatkan keterampilan dalam melihat sesuatu dari perspektif yang lain

11. Menumbuhkan keterampilan menilai dan mengklarifikasi pendapat orang lain

12. Melatih berbicara secara runtut dan lancar

Fungsi debat sangat menguntungkan, keterampilan berbicara dalam debat dapat mendukung komunikasi-komunikasi dengan orang lain di dunia nyata. Namun, tidak semua orang bisa memiliki keterampilan debat. Debat bergantung mentalitas masing-masing orang, dan perlu diketahui juga, tidak semua orang menyukai berbicara, terlebih berdebat.


C. Tujuan Debat

Secara sederhana, debar merupakan adu pendapat untuk mempertahankan pendapat masing-masing untuk menang atau sudah tidak bisa dipatahkan oleh lawan. Berikut adalah tujuan debat secara luas:

1. Membangun sebuah kasus yang disertai dengan argumen sebagai pendukung. Adapun kiat sukses merancang sebuah kasus dalam debat, yakni mengacu pertanyaan dasar yang meliputi 4W + 1H

2. Memahami kasus yang tengah terjadi di dalam masyarakat

3. Melatih menemukan argumentasi berdasarkan data yang kuat dan akurat

4. Mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain agar mereka sepakat dan setuju dengan argumen yang diusulkan.

5. Sebagai cara untuk menampilkan, meningkatkan, dan mengembangkan komunikasi verbal

6. Berusaha meyakinkan orang lain bahwa argumen yang dimiliki merupakan argumen yang paling tepat untuk disepakati dan disetujui


D. Ciri-CIri Debat

Berbincang mengenai debat, banyak istilah khusus yang hanya digunakan dalam aktivitas debat. Istilah-istilah khusus yang terdapat dalam debat seperti topik debat atau motion, ada juga istilah tim afirmatif yang berarti kelompok tim pro dan kontra. Selain itu, ketika debat, kedua tim debat sering mengatakan interupsi. Interupsi sama halnya dengan menyatakan pendapat.

Bentuk debat sebenarnya hampir sama ketika kita menyaksikan debat di televisi, ada kedua tim debat yang siap beradu argumen ditambah moderator dan atau sekaligus juri. Berikut merupakan ciri-ciri debat yang perlu diketahui.

Debat memiliki dua sudut pandang, yaitu sudut pandang pihak afirmatif dan sudut pandang pihak negatif. Dapat dikatakan pihak afirmatif ketika orang tersebut setuju pada topik yang didebatkan. Sementara pihak negatif adalah pihak yang tidak menyetujui topik debat itu sendiri.

1. Terjadi adu pendapat dan argumen untuk mempertahankan argumen dan mendapatkan kemenangan

2. Terjadi sesi tanya jawab yang bersifat menjatuhkan atau mematahkan argumen lawan

3. Setiap debat mengutamakan antara pihak pro dan pihak kontra

4. Satu sama lain saling mempertahankan pendapat atau argumennya masing-masing

5. Cara menentukan pemenang, dapat dilakukan berdasarkan keputusan seorang juri atau bisa juga dengan voting dari tim juri

6. Setiap terjadi perdebatan, diperlukan pihak penengah atau biasa disebut moderator. Moderator memiliki peran untuk memimpin jalannya debat.

7. Menaati prosedur dan aturan debat, yang mana prosedur itu bertujuan untuk melindungi sekaligus mempertahankan argumen kedua belah pihak.

Dari ciri-ciri debat yang sudah disampaikan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa ciri-ciri debat adalah terdiri dari dua pendebat, ada moderator sekaligus juri, atau penunjukkan juri khusus apabila sebuah perlombaan debat.


E. Unsur-Unsur Debat

Tidak hanya pengertian, fungsi, tujuan, dan ciri-ciri dari debat. Debat memiliki beberapa unsur penting, sebagai berikut:

1. Adanya Topik atau masalah yang dibaha

Debat tanpa topik atau masalah yang dibahas sama halnya makanan tanpa bumbu, akan terasa hambar. Debat dapat terselenggara apabila ada topik atau masalah yang diangkat dan dibahas. Istilah topik yang diusulkan biasa disebut juga dengan mosi.

2. Tim Afirmatif

Tim afirmatif atau tim pro dapat diartikan sebagai tim yang mendukung topik. Tugas dari tim afirmatif atau tim pro adalah memberikan pendapat atau argumen yang mendukung usulan. Peran tim afirmatif wajib karena akan melawan tim kontra.

3. Tim Negatif atau Tim Kontra

Ada tim afirmatif atau tim pro, ada tim negatif atau tim kontra, itulah unsur-unsur yang harus dipenuhi dalam aktivitas debat. Tugas dari tim negatif atau tim kontra sendiri yakni menyampaikan ketidaksetujuan atau pendapat yang menolak usulan dengan mematahkan argumen yang disampaikan tim pro.

4. Pihak netral

Pihak netral dibutuhkan dalam sebuah perdebatan guna memberikan dukungan dan semangat kepada kedua belah pihak, baik yang pro maupun yang kontra. Seperti namanya, pihak netral tidak diizinkan mendukung salah satu pihak.

5. Moderator

Moderator merupakan unsur yang tidak kalah penting. Moderator memiliki fungsi untuk memimpin sebuah perdebatan agar sesuai prosedur debat dan memandu pembahasan topik agar tidak keluar dari pembahasan.

6. Penulis atau Notulen.

Dalam sebuah aktivitas debat membutuhkan seseorang yang bertugas untuk mencatat segala pendapat yang disampaikan oleh pihak pro, pihak kontra, moderator, bahkan tim netral yakni notulen. Pada dasarnya, notulen bertugas untuk menulis kesimpulan yang dari debat. Namun, notulen juga mencatat pernyataan, kesimpulan akhir, mosi debat dan penyampaian para pihak debat.


F. Struktur-Struktur Debat

Selain memiliki unsur-unsur, debat juga memiliki struktur yang perlu diperhatikan.

1. Pengenalan isu

Pengenalan isu atau biasa juga disebut dengan pengenalan topik. Pengenalan topik yang menarik untuk dibahas adalah topik atau isu yang masih memberikan kontroversi di masyarakat. Jika topik tidak berangkat dari sesuatu yang masih menjadi kontroversi di masyarakat, perdebatan tidak akan menjadi menarik dan penonton juga kurang antusias untuk menyaksikan.

2. Rangkaian argument

Rangkaian argumen adalah saatnya kedua tim menyajikan pembuktian data dan fakta yang bermanfaat untuk mendukung argumen dari pendebat. Ciri-ciri dari argumen sendiri yakni, harus relevan, sistematis, jelas, logis dan disertai dengan bukti

3. Penegasan ulang (kesimpulan)

Penegasan ulang atau yang biasa kita sebut dengan kesimpulan. Penegasan ulang memiliki fungsi yang berada di bagian akhir, dengan tujuan membuat pernyataan akhir yang menegaskan bahwa bantahan atau pendapat pro ataupun kontra.

Struktur debat di atas memberikan pemahaman dan manfaat bahwa depat sangat memerlukan pengetahuan yang luas. Pengetahuan yang luas akan menjadikan kualitas wacana yang disampaikan menjadi berdasar dan kuat.


G. Etika Debat

Adu pendapat atau argumen di depan banyak orang memerlukan etika agar debat tampak sebagai aktivitas intelektual. Etika perlu ditaati karena debat berkaitan dengan banyak orang. Menjaga etika berarti menghormati seluruh orang. Berikut empat etika penting dalam debat:

1. Bertanya Secara Serius

Etika debat yang pertama adalah bertanya secara serius. Hal itu penting karena dapat membuat orang yang akan menjawab akan memberikan jawaban dengan sepenuh hati dan membuat membuat penanya menjadi terpuaskan. Hal yang tidak serius dapat menghilangkan suasana debat yang dikenal dengan situasi yang panas.

2. Tidak Menyinggung Kekurangan Fisik

Ketika debat, menjadi hal yang biasa bahwa kedua pihak berpotensi tersulut emosi. Mengingat pertarungan komunikasi verbal, kedua belah pihak dilarang untuk melakukan komunikasi verbal yang dapat menyinggung perasaan dengan membahas urusan pribadi lawan.

3. Bicara Berdasarkan Data dan Fakta

Etika debat yang ketiga adalah berbicara berdasarkan data dan fakat. Debat mengajarkan bahwa apa yang sudah dikeluarkan mulut perlu sebuah pertanggungjawaban. Alhasil, segala hal yang disampaikan di dalam debat harus berdasarkan data dan fakta. Penyampaian argumen dengan data yang mengada-ngada sangat dihindari karena justru membuktikan pendebat berperilaku tidak baik. Disamping itu, penggunaan data dan fakta yang valid akan menghindarkan pendebat dari lawan untuk menyerang.

4. Patuhi Aturan Main

Etika debat yang terakhir dan tidak kalah penting yakni menaati aturan dan prosedur dalam debat. Hal itu dikarenakan aturan debat yang satu dengan yang lain berbeda-beda


H. Kaidah Kebahasaan Teks Debat

Menurut Tim Kemdikbud (2019, hlm. 198) ragam bahasa yang digunakan dalam debat adalah kaidah kebahasaan ilmiah yang harus memenuhi ciri berikut ini.

  1. Kata baku

Menurut KBBI, baku merupakan tolok ukur yang berlaku untuk kuantitas atau kualitas yang ditetapkan berdasarkan kesepakatan; standar. Dalam konteks bahasa, kata baku bisa diartikan tolok ukur kata yang ditetapkan berdasarkan kesepakatan; standar. Di Indonesia standar yang dimaksud ialah mengacu kepada KBBI dan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI).



2. Kalimat efektif.

kalim efektif adalah kalimat yang disusun berdasarkan kaidah-kaidah yang berlaku, seperti unsur-unsur penting yang harus dimiliki setiap kalimat (subjek dan predikat); memperhatikan ejaan yang disempurnakan;serta cara memilih kata (diksi) yang tepat dalam kalimat.

Ciri-Ciri Kalimat Efektif

· Memakai taat aturan dan ejaan yang berlaku.

· Pemakaian diksi yang tepat.

· Struktur bahasa dan jalan pikiran logis dan sistematis.

· Adanya kesejajaran bahasa yang dipakai. Penekanan ide pokok.

· Kehematan di penggunaan kata.

· Memakai variasi struktur kalimat.

· Unsur kalimat seperti subjek, predikat, objek, pelengkap, dan keterangan.


Contoh Kalimat Efektif

· Ketegasan Presiden menegaskan agar kita selalu hidup disiplin

· Penggemar sepak bola tidak hanya anak-anak, tetapi juga remaja, orang dewasa bahkan lansia

  1. Makna sebenarnya (denotatif).

Denotasi adalah makna kata atau kelompok kata yang didasarkan atas penunjukan yang lugas pada sesuatu di luar bahasa atau yang didasarkan atas konvensi tertentu dan bersifat objektif.


Ciri-ciri makna denotatif

Adapun ciri-ciri makna denotatif adalah:

· Makna denotatif memiliki nama lain yaitu makna lugas, karena sifatnya yang lugas atau literal.

· Makna denotatif biasanya merupakan hasil observasi dari panca indra yaitu penglihatan, penciuman, pendengaran, perasaan, atau pengalaman fisik lainnya.


Berikut beberapa contoh kalimat dengan makna denotatif:

· Jerapah memiliki leher yang panjang lebih panjang dari leher hewan rata-rata.

· Melihat pembantunya sedang mengepel lantai, ibu hamil itu mengangkat kakinya ke atas kursi.

· Ular dan kadal adalah jenis hewan reptil berdarah dingin.

· Belalang memiliki darah berwarna biru yang disebut hemosianin.


I. Langkah-Langkah Pelaksanaan Debat

Secara khusus, tentu saja setiap penyelenggara memiliki caranya masing-masing.

Berikut adalah langkah-langkah dalam melakukan debat untuk pemula:

1. Mengembangkan pernyataan atau topik yang diangkat.

2. Membentuk tiga kelompok, yang terdiri dari kelompok yang pro, kelompok kontra dan kelompok netral.

3. Setiap kelompok terdiri dari ketua dan wakil sebagai juru bicara saat debat berlangsung.

4. Duduk saling berhadapan dengan juru bicara kelompok lawan.

5. Satu kelompok bisa terdiri lebih dari dua orang.

6. Masing-masing kelompok mengungkapkan asumsi atau argumen masing-masing, sebelum perdebatan dimulai.

7. Saat debat berlangsung, peserta lain dapat mencatat isi argumen, pertanyaan atau calon sanggahan.

8. Di akhir debat, tidak wajib menentukan pemenang. Notulen cukup menyampaikan hasil beserta kesimpulan dari debat.


J. Tata Cara Debat

Tata cara debat memiliki beberapa poin yang perlu diperhatikan, yaitu:

1. Mengemukakan pernyataan ataupun tantangan dilakukan secara profesional. Maksud professional berarti tidak menyinggung unsur sara atau menyinggung secara pribadi.

2. Memiliki keterampilan dalam berkomunikasi dengan baik, pendapat atau argumen saat berdebat disampaikan dengan bahasa yang lancar, tanpa terbata-bata. Penyampaian argumen pun harus disampaikan berdasarkan analisis kritis, sintesis dan retorika.

3. Selalu memperhatikan pernyataan atau sanggahan dari lawan. Selalu meneliti kelemahan dan kelebihan lawan. Hal itu dimaksudkan agar bisa menentukan strategi yang pas untuk menyerang dan juga bertahan.

4. Menyimak pendapat berdasarkan logika bukan emosi agar tetap rasional dan tidak mengalami kesalahan berpikir.

5. Menyajikan materi secara akurat dan berdasarkan data dan fakta.

6. Sesuatu yang disampaikan dalam debat data harus sahih, ada bukti sehingga memperkuat debat.


Contoh Teks Debat tentang Lingkungan


Pengenalan Isu:

Isu yang kan diangkat dalam debat kali ini ialah tentang peraturan pelarangan menggunakan plastik di supermarket untuk mengurangi pencemaran lingkungan.


Argumen Mendukung/Pro:

Kelompok yang mendukung/pro berpendapat sebagai berikut.

· Berdasarkan pemaparan dari Word Economic Forum, Indonesia adalah negara kedua yang memiliki permasalahan sampah plastik setelah China. Betapa banyak sampah plastik tersebut mencemari laut-laut di Indonesia dan bahkan sampai ke perairan luar negeri. Untuk mengurangi sampah plastik tersebut, tentunya perlu adanya hal yang tegas, salah satunya ialah dengan melarang supermarket menggunakan plastik.

· Plastik tidak tahan lama dan mudah robek, berbeda dengan menggunakan goodie bag yang bisa dipakai berulang-ulang kali.

· Plastik dapat membuat kesehatan kita menurun, apabila dimasukkan ke benda yang panas, maka zat-zat dalam plastik tersebut akan mencampuri makanan. Dampaknya ialah penyakit yang menyeramkan, seperti kanker dan mengganggu sistem saraf.


Argumen Menentang/Kontra:

Selain itu, ada tim yang tidak sependapat dengan mosi yang diberikan. Sanggahan dari tim kontra ialah sebagai berikut.

· Goodie bag lebih mahal dibandingkan plastik yang harganya bisa mencapai Rp 10.000 untuk satu goodie bag besar. Belum lagi apabila goodie bag tersebut dijual di supermarket ternama, tentu akan lebih mahal harganya. Tidak semua masyarakat Indonesia rela mengeluarkan uangnya untuk membeli goodie bag yang harganya bisa sama dengan sebungkus nasi dengan lauk-pauk.

· Dari segi tenaga kerja, jika penggunaan plastik dikurangi secara besar-besaran, maka akan berdampak kepada perusahaan plastik itu sendiri. Banyak karyawan yang akan di PHK karena pasar mereka berkurang. Maka dari itu, penghapusan plastik di supermarket akan berpengaruh terhadap karyawan di pabrik plastik.

· Plastik dapat dimanfaatkan dengan membuat kerajinan yang berguna. Masyarakat Indonesia yang lebih dari dua juta penduduk perlu memanfaatkan plastik yang ada di sekitarnya menjadi lebih berguna. Banyak kerajinan yang bisa dibuat dengan menggunakan plastik.


Kesimpulan

Berdasarkan pendapat-pendapat tersebut, maka kesimpulan yang dapat diambil ialah peraturan tentang pelarangan penggunaan plastik di supermarket sebaiknya disahkan. Karena, agar masyarakat semakin memahami tentang pencemaran lingkungan. Hal tersebut dapat diimbangi dengan masyarakat dan pemerintah bekerja sama untuk memanfaatkan plastik yang sudah ada agar dibuat kerajinan atau pun hal lainnya.

34 views0 comments

Recent Posts

See All

Comments


bottom of page